Setel Ulang

click to enable zoom
Loading Maps
We didn't find any results
open map
Buat Reservasi
Pencarian Lanjutan
Your search results
25 Oktober 2018

Inilah Langkah Membeli Rumah dengan KPR yang Harus Anda Ketahui

Rumah memang akan selalu menjadi kebutuhan dan impian dari semua orang. Sebagai salah satu bagian dari kebutuhan hidup, rumah atau tempat tinggal pasti akan diprioritaskan untuk dimiliki. Akan tetapi, sayangnya harga rumah yang semakin mahal membuat tidak semua orang bisa memiliki rumah yang mereka inginkan.

Membeli rumah secara tunai memang kerap kali menyulitkan sebagian besar orang, karena hal tersebut mengharuskannya untuk menyediakan uang dalam jumlah yang banyak. Akan tetapi, jika saat ini Anda memang benar-benar ingin memiliki rumah idaman, maka saat ini sudah ada cara yang efektif untuk mewujudkannya.

Caranya adalah dengan membeli rumah secara kredit melalui KPR atau Kredit Kepemilikan Rumah. Dengan membeli rumah secara kredit melalui KPR, Anda hanya perlu membayar angsuran atau mencicil rumah yang Anda inginkan setiap bulannya. Lantas, bagaimana cara membeli rumah secara kredit dengan KPR? Simaklah penjelasan lengkapnya berikut ini!

Temukan Rumah yang Akan Dibeli dengan Kredit

Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah menentukan rumah yang akan Anda beli. Untuk menentukan rumah tersebut, Anda bisa melakukan dua hal. Pertama, dengan mendatangi bank dan meminta informasi lokasi rumah yang tersedia untuk kredit KPR. Kedua, Anda bisa mencari sendiri rumah atau perumahan melalui koran, internet atau survei langsung ke beberapa lokasi rumah yang Anda inginkan. Supaya lebih efektif, sebaiknya Anda mencari beberapa pilihan atau alternatif rumah yang akan Anda beli agar Anda dapat membandingkannya.

Tanyakan Segala Hal Terkait Rumah Tersebut

Setelah rumah yang Anda inginkan terpilih, tahap selanjutnya adalah Anda harus menanyakan segala hal yang berkaitan dengan rumah tersebut. Hal-hal yang perlu Anda tanyakan adalah harga, uang muka, cician dan biaya tanda jadinya. Selain itu, Anda juga harus menanyakan apakah rumah tersebut sudah dibangun atau baru akan dibangun setelah membayar uang muka.

Membayar Tanda Jadi

Jika Anda sudah mendapatkan semua informasi dengan jelas, maka langkah berikutnya adalah membayar uang tanda jadi. Tanda jadi ini seperti tanda booking yang merupakan bukti pemesanan rumah atau kavling supaya rumah tersebut tidak dibeli oleh orang lain atau supaya harganya tidak naik jika tidak segera dibayar.

Pada umumnya, setiap developer memiliki aturan yang berbeda terkait dengan tanda jadi ini. Ada beberapa developer yang membebaskan tanda batas waktu, ada pula yang mengharuskan Anda untuk membayar uang muka setelah beberapa waktu.

Bayar Uang Muka KPR

Setelah membayar tanda jadi, langkah selanjutnya adalah membayar uang muka KPR. Beberapa developer menyatakan bahwa tanda jadi sudah merupakan bagian dari uang muka. Jadi jika aturannya seperti itu, Anda hanya perlu membayar sisanya saja. Uang muka yang telah Anda bayarkan akan dikembalikan jika pengajuan KPR rumah Anda mengalami penolakan oleh pihak bank.

Ajukan KPR Ke Pihak Bank

Setelah uang muka dilunasi, langkah selanjutnya adalah pengajuan kredit KPR ke bank yang sesuai dengan pilihan Anda. biasanya, pada proses ini developer akan membantu Anda mengurus pengajuan ke bank yang sudah menjadi partnernya. Akan tetapi, jika Anda memilih bank yang bukan merupakan partner developer maka Anda akan diminta melakukan proses pengajuan kredit KPR ini sendiri.

Beberapa persyaratan pengajuan KPR yang harus Anda lengkapi adalah fotokopi rekening koran semua tabungan Anda, surat keterangan bekerja, slip gaji tiga bulan terakhir, menjadi pegawai tetap minimal selama 2 tahun, fotokopi KTP, KK, Surat Nikah, dan dokumen lainnya tergantung kebijakan masing-masing bank. Sementara itu, waktu dalam pengajuan KPR sendiri pada umumnya akan memakan waktu yang cukup lama, yaitu sekitar satu bulan.

Selama satu bulan tersebut, pihak bank biasanya akan melakukan proses survei. Survei ini meliputi pantauan ke tempat dimana Anda bekerja, pengecekan ke BI (Bank Indonesia) untuk memastikan Anda dan pasangan tidak termasuk dalam blacklist terkait catatan kredit yang mungkin pernah dilakukan sebelumnya.

Satu hal yang perlu Anda perhatikan dalam proses pengajuan ini adalah kemampuan finansial Anda di mata bank. Pada umumnya bank akan mensyaratkan cicilan maksimal 30% gaji, tetapi ada yang memperbolehkan 40% gaji, ada yang bisa digabung antara penghasilan Anda dan pasangan serta ada pula yang mensyaratkan pendapatan suami saja.

Harga rumah, uang muka, besar cicilan, lama angsuran dan besaran gaji memang akan saling mempengaruhi satu sama lain dalam proses pengajuan KPR ini. Oleh karena itu, jika salah satu komponen tadi ada yang kurang maka yang lainnya harus lebih tinggi.

Seperti misalnya jika cicilan kredit KPR per bulan ingin diturunkan, maka Anda harus membayar uang muka yang lebih besar atau jika tidak waktu cicilan akan diperpanjang. Oleh karena itu, Anda harus berpikir lebih untuk menentukan pembelian rumah secara kredit ini.

Itulah beberapa langkah yang perlu Anda lakukan untuk membeli rumah melalui KPR. Semoga bermanfaat.

Kategori Properti Anda: Rumah

Leave a Reply

Your email address will not be published.