Setel Ulang

click to enable zoom
Loading Maps
We didn't find any results
open map
Buat Reservasi
Pencarian Lanjutan
Your search results
25 Oktober 2018

Inilah Prosedur Jual Beli Tanah yang Benar dan Harus Anda Pahami

Dalam bidang properti, tanah merupakan salah satu instrumen yang memiliki banyak peminat. Hal ini dikarenakan berinvestasi pada bidang tanah tidak membutuhkan perawatan yang khusus, sehingga Anda tidak perlu mengeluarkan banyak biaya. Berbeda dengan properti berupa bangunan seperti rumah, apartemen, toko, kantor atau kios yang harus terus Anda jaga hingga kerap kali membuat Anda mengeluarkan biaya pada setiap waktu tertentu.

Sementara itu, dari sisi capital gain harga tanah pada umumnya selalu mengalami kenaikan. Persentase kenaikan harga tanah tersebut bisa mencapai 20 hingga 25% setiap tahunnya, atau bahkan dua kali lipat setelah lima tahun. Inilah yang menjadi nilai lebih dai investasi tanah, sehingga sangat cocok bagi Anda para pebisnis pemula.

Oleh karena itu, bagi Anda yang tertarik untuk memulai bisnis di bidang properti, terutama tanah, ada beberapa prosedur yang harus Anda pahami untuk menghindari kerugian di masa yang akan datang. Lalu, apa sajakah prosedur tersebut?

Cek kondisinya

Langkah awal yang harus Anda lakukan sebelum memutuskan untuk membeli tanah adalah memastikan kondisi tanah tersebut. Hal ini berkaitan dengan kontur dan jenis tanahnya, apakah mumpuni untuk nantinya didirikan bangunan atau tidak. Sebaiknya Anda membeli tanah yang tidak dalam posisi miring, kecuali jika memang Anda menyukai kontur tanah yang seperti ini. Aspek lainnya yang harus Anda cermati adalah air. Apakah debit air di area tersebut mudah untuk digali atau tidak. Selain itu, lokasi tanah juga harus masuk ke dalam bahan pertimbangan Anda untuk prospek properti tersebut di beberapa tahun berikutnya. Usahakan untuk membeli tanah di lokasi yang strategis dan didukung oleh infrastruktur yang memadai.

Cek suratnya

Permasalahan mengenai keaslian sertifikat tanah sangat sering terjadi. Pada umumnya, masalah ini disebabkan karena kecerobohan masyarakat sebelum proses transaksi berjalan. Harga yang murah biasanya memicu para pembeli menjadi mudah tergiur dan melupakan hal lain yang lebih krusial. Masalah yang sering terjadi biasanya menyangkut sertifikat bodong dan duplikasi sertifikat yang asli.

Oleh karena itu, supaya Anda terhindar dari hal tersebut, sebaiknya Anda bersama penjual tanah mendatangi kantor BPN (Badan Pertahanan Nasional) setempat. Sesuai dengan pasal yang mengaturnya, lembaga ini akan mengecek keaslian sertifikat berdasarkan peta pendaftaran, daftar tanah, surat ukur, dan buku tanah. Melalui pengecekan inilah Anda dapat mengetahui secara terperinci mengenai status tanah yang akan Anda beli, apakah sedang dijaminkan dan sedang berada dalam sengketa atau tidak.

Membuat Akta Jual Beli (AJB)

Akta Jual Beli merupakan sebuah perjanjian jual beli sebagai salah satu bukti pengalihan hak atas tanah sebagai akibat dari aktivitas jual-beli yang dilakukan. Akta ini dapat terjadi dalam berbagai bentuk kepemilikan tanah, baik Hak Milik, Hak Guna Bangun, atau pun Girik.

Untuk memastikan keabsahan dari akta tersebut, penandatanganan perjanjian ini harus dilakukan di depan PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah) dengan menyertakan beberapa persyaratan sebagai berikut:

Pihak Penjual

  • Sertifikat tanah asli
  • KTP penjual suami/istri
  • Jika penjual suami/istri meninggal, maka perlu membawa serta akta kematian
  • Bukti PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) dalam waktu 10 tahun terakhir
  • Surat persetujuan suami/istri
  • KK (Kartu Keluarga)

Pihak Pembeli

  • KTP
  • KK (Kartu Keluarga)

Membawa berkas ke BPN

Setelah proses penandatanganan AJB selesai, tahap terakhir yang harus Anda lewati sebagai seorang pembeli adalah menyerahkan berkas AJB yang asli ke BPN. Batas penyerahan AJB tersebut dilakukan selambat-lambatnya adalah tujuh hari setelah proses penandatanganan. Ketika proses penyerahan berkas ini, Anda juga harus menyertakan surat permohonan balik nama dengan tanda tangan pembeli, sertifikat hak atas tanah, KTP penjual dan pembeli, bukti pelunasan Pph serta bukti lunas BPHTB.

Setelah pemberian berkas selesai dilakukan, petugas akan membuatkan Anda surat tanda bukti penerimaan proses balik nama. Selanjutnya, nama penjual dalam buku tanah dan sertifikat akan dicoret dengan tanda tangan dari kepala kantor pertahanan. Setelah semua rangkaian proses tersebut selesai, maka selesai pula lah proses jual-beli.

Itulah beberapa prosedur jual-beli yang benar dan harus Anda pahami agar Anda tidak akan mengalami penyesalan di masa depan. Semoga bisa membantu Anda yang akan segera membeli tanah.

 

Kategori Properti Anda: Tanah

Leave a Reply

Your email address will not be published.