Setel Ulang

click to enable zoom
Loading Maps
We didn't find any results
open map
Buat Reservasi
Pencarian Lanjutan
Your search results
26 November 2018

Ketahuilah 4 Dokumen Penting untuk Kepastian Legalitas Tanah dan Rumah

Tanah dan rumah merupakan salah satu instrumen investasi yang harus anda miliki untuk masa depan Anda. Oleh karena itu, sebaiknya Anda berinvestasi pada kedua hal tersebut. Akan Tetapi, dalam berinvestasi pada tanah atau rumah, Anda tidak boleh melakukannya secara sembarangan. Anda tentu saja ingin agar proses perencanaan dan pembangunan rumah impian Anda berjalan dengan lancar dan tanpa masalah yang berarti. Oleh karena itu, langkah awal yang harus Anda lakukan adalah memastikan tanah yang Anda beli memiliki kejelasan tata kelola dan hak milik, memiliki surat-surat lengkap termasuk surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Hak Guna Bangunan (HGB), dan SPPT-PBB serta bukan merupakan tanah yang terlibat sengketa. Berikut ini beberapa surat yang harus ada ketika Anda akan membangun sebuah rumah.

Surat kepemilikan tanah

Ada tiga jenis surat kepemilikan tanah yang sangat diperlukan kelengkapannya ketika membeli rumah. Surat-surat tersebut adalah Sertifikat Hak Milik (SHM), Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB), dan Sertifikat Hak Pakai (SHP). Anda disarankan untuk membeli rumah yang sudah memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM) yang merupakan bukti kepemilikan tertinggi dengan kekuatan hukum dan tidak dapat kadaluwarsa. Terdapat dua hal dalam sertifikat yang harus Anda pastikan sesuai fakta yaitu luas tanah dan nama penjualnya. Jika kedua hal tersebut berbeda, yang harus Anda jadikan acuan adalah luas tanah pada sertifikat dan surat kuasa dari pemilik asli rumah yang tertera.

Akta Jual Beli (AJB) terakhir

Akta Jual Beli (AJB) rumah terakhir menjadi salah satu tanda bahwa tanah dan rumah itu tidak disengketakan. Sertifikat ini memuat keterangan-keterangan transaksi terakhir jual-beli rumah yang terdapat pada Surat Hak Milik karena surat AJB merupakan bagian dari SHM. Anda harus memastikan bahwa sertifikat ini dikeluarkan oleh notaris yang menjadi saksi transaksi tersebut untuk memastikan keabsahannya.

Bukti pembayaran tagihan

Anda sangat wajib untuk memeriksa bukti pelunasan tagihan yang berkaitan dengan rumah yang akan Anda beli seperti air PDAM, telepon dan listrik. Surat-surat dan bukti pelunasan tagihan seputar rumah tersebut sangat penting untuk dipastikan keberadaan dan keasliannya. Hal ini disebabkan karena jika pemilik rumah sebelumnya menunggak pembayaran, maka Anda yang akan terkena akibatnya sebagai pemilik rumah yang baru.

Izin Mendirikan Bangunan (IMB)

Anda wajib menyelesaikannya segala urusan perizinan untuk mengatur, mengawasi, serta mengendalikan setiap kegiatan membangun, memperbaiki, merombak, merenovasi, atau bahkan merobohkan bangunan sesuai dengan tata ruang yang berlaku dalam surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Biaya yang harus dikeluarkan dalam pengurusan tersebut dihitung berdasarkan luas rumah yang, yaitu Rp 2500/m2. Bagi pemilik lahan dengan luas kurang dai 100 meter persegi, untuk bangunan yang berada di wilayah DKI Jakarta, maka diberikan bebas retribusi pengurusan IMB dan bebas pula biaya jasa arsitek.

Itulah beberapa dokumen penting yang harus Anda ketahui untuk kepastian legalitas tanah dan rumah. Keberadaan surat-surat tersebut sangatlah penting, karena dengan surat tersebutlah Anda bisa merasa aman ketika membeli tanah atau rumah tanpa harus mengkhawatirkan masalah yang muncul di kemudian hari. Jika masalah tersebut datang, Anda bisa menunjukkan surat-surat ini kepada penuntut tanah yang sudah Anda miliki. Rumah merupakan salah satu instrumen investasi untuk masa depan, maka sebaiknya Anda tidak terburu-buru dalam membelinya. Selain itu, perhatikanlah kelengkapan dan keabsahan rumah atau tanah secara cermat agar Anda tidak menyesal di kemudian hari.

 

 

 

Kategori Properti Anda: Life Style, Rumah

Leave a Reply

Your email address will not be published.