
Dalam psikologi, crowd (kerumunan) mengacu pada sekelompok individu yang berkumpul dalam suatu tempat dengan perhatian dan tujuan yang serupa. Studi tentang kerumunan berkaitan dengan psikologi sosial, khususnya dalam memahami perilaku kolektif, dinamika kelompok, dan pengaruh sosial.
Teori dan Jenis Crowd dalam Psikologi
1. Teori Crowd oleh Gustave Le Bon
- Le Bon (1895) menyatakan bahwa individu dalam kerumunan cenderung kehilangan identitas pribadi mereka dan menjadi lebih impulsif serta emosional.
- Hal ini terjadi karena anonimitas, penularan emosi, dan sugestibilitas.
2. Jenis-Jenis Crowd (Blumer, 1946)
- Casual Crowd: Orang yang berkumpul secara spontan tanpa tujuan tertentu (misalnya, orang-orang di taman).
- Conventional Crowd: Berkumpul untuk tujuan yang lebih terstruktur, seperti konser atau pertandingan olahraga.
- Expressive Crowd: Mengekspresikan emosi bersama, seperti dalam demonstrasi atau upacara keagamaan.
- Acting Crowd: Bertindak secara intens dan sering kali agresif, seperti dalam kerusuhan massa.
Psikologi Crowd: Bagaimana Kerumunan Mempengaruhi Individu
1. Deindividuasi
- Individu dalam kerumunan bisa kehilangan kesadaran diri dan bertindak lebih impulsif.
- Contoh: Seseorang yang biasanya tenang bisa ikut berteriak dan bertindak agresif saat berada di tengah demonstrasi.
2. Konformitas Sosial
- Orang cenderung mengikuti tindakan mayoritas tanpa berpikir kritis.
- Contoh: Jika sebagian besar orang dalam konser melompat-lompat, individu cenderung ikut melakukan hal yang sama.
3. Emotional Contagion (Penularan Emosi)
- Emosi menyebar dengan cepat dalam kerumunan, baik itu kegembiraan atau kemarahan.
- Contoh: Euforia dalam pesta besar atau kepanikan dalam situasi darurat.
4. Respons Agresif dan Perilaku Kekerasan
- Kerumunan dapat memicu tindakan agresif, terutama dalam situasi tegang.
- Contoh: Kerusuhan pasca pertandingan sepak bola karena kemarahan kolektif.
Masalah yang Sering Terjadi dalam Crowd Psychology
- Panik Massal: Ketika orang dalam kerumunan merasa terancam, mereka bisa bereaksi secara berlebihan dan menyebabkan kekacauan.
- Mob Mentality (Mentalitas Massa): Individu bisa melakukan tindakan yang biasanya tidak akan mereka lakukan sendiri, termasuk tindakan kriminal.
- Kesulitan Mengendalikan Diri: Dalam kerumunan besar, individu lebih sulit mempertahankan kontrol diri karena tekanan sosial yang kuat.
Kesimpulan
Dalam psikologi, crowd bukan sekadar kumpulan orang, tetapi sebuah fenomena yang dapat mengubah cara individu berpikir, merasa, dan bertindak. Studi tentang kerumunan membantu kita memahami bagaimana pengaruh sosial bekerja dalam berbagai konteks, mulai dari konser hingga demonstrasi politik.