Extinction dalam Psikologi: Pengertian, Jenis, dan Permasalahan yang Sering Terjadi

Extinction dalam psikologi merujuk pada proses di mana respons yang telah dipelajari secara bertahap melemah atau menghilang ketika tidak lagi diperkuat oleh stimulus tertentu. Konsep ini banyak digunakan dalam teori pembelajaran, terutama dalam kondisioning klasik dan kondisioning operan yang dikembangkan oleh Ivan Pavlov dan B.F. Skinner.

Extinction memainkan peran penting dalam memahami bagaimana perilaku manusia dan hewan dapat diubah atau dihilangkan melalui proses belajar.

Pengertian Extinction dalam Psikologi

Secara sederhana, extinction adalah hilangnya respons yang telah dipelajari karena stimulus yang memperkuat perilaku tersebut tidak lagi diberikan. Proses ini terjadi secara bertahap dan bergantung pada seberapa sering stimulus tidak diberikan.

Contoh:

  • Dalam kondisioning klasik, jika seekor anjing yang dilatih untuk mengeluarkan air liur saat mendengar bel tidak lagi menerima makanan setelah bel berbunyi, maka respons air liur akan perlahan menghilang.
  • Dalam kondisioning operan, anak yang terbiasa mendapatkan hadiah setiap kali membersihkan kamarnya akan berhenti membersihkan kamar jika hadiahnya tidak lagi diberikan.

Jenis Extinction dalam Psikologi

1. Extinction pada Kondisioning Klasik
Hilangnya respons otomatis ketika stimulus yang dipasangkan tidak lagi diberikan.
Contoh: Tidak adanya makanan setelah bel berbunyi pada eksperimen Pavlov.

2. Extinction pada Kondisioning Operan
Berhentinya perilaku karena tidak ada penguatan positif atau negatif yang diberikan.
Contoh: Karyawan yang tidak lagi mendapatkan bonus mungkin akan berhenti bekerja dengan giat.

3. Extinction pada Perilaku Sosial
Hilangnya respons sosial ketika perhatian atau penguatan sosial tidak lagi diberikan.
Contoh: Anak-anak yang berhenti membuat ulah ketika orang tua tidak lagi memperhatikan perilaku tersebut.

Peran Extinction dalam Psikologi

  • Membantu menghilangkan kebiasaan buruk.
  • Digunakan dalam terapi perilaku untuk mengatasi fobia atau kecemasan.
  • Memahami bagaimana manusia dan hewan merespons lingkungan.
  • Mengurangi perilaku tidak diinginkan dalam pendidikan atau lingkungan kerja.

Masalah yang Sering Terjadi dalam Extinction

  • Extinction Burst
    Peningkatan sementara dalam frekuensi atau intensitas perilaku sebelum perilaku tersebut benar-benar menghilang.
  • Spontaneous Recovery
    Munculnya kembali respons yang telah hilang setelah periode tanpa stimulus.
  • Generalization
    Perilaku mungkin tetap terjadi jika individu menemukan stimulus serupa yang memperkuat perilaku tersebut.
  • Frustrasi dan Stres
    Individu mungkin merasa frustrasi saat tidak mendapatkan penguatan yang diharapkan.
  • Resistensi Terhadap Extinction
    Beberapa perilaku yang telah diperkuat dalam waktu lama lebih sulit dihilangkan.

Kesimpulan

Extinction dalam psikologi adalah proses penting yang membantu mengurangi atau menghilangkan perilaku yang tidak diinginkan melalui penghentian penguatan. Proses ini digunakan dalam berbagai terapi perilaku untuk mengatasi kecanduan, fobia, atau gangguan perilaku lainnya.

Namun, extinction tidak selalu berjalan mulus karena berbagai hambatan seperti extinction burst atau spontaneous recovery. Oleh karena itu, metode ini sering dikombinasikan dengan strategi lain seperti reinforcement positif untuk hasil yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *