
Istilah “infra” dalam psikologi tidak memiliki definisi spesifik, tetapi jika yang dimaksud adalah awalan “infra-“, maka ini merujuk pada sesuatu yang berada di bawah atau kurang dari standar tertentu. Beberapa konsep dalam psikologi yang berkaitan dengan awalan “infra-” antara lain:
1. Infraliminal (Di Bawah Ambang Kesadaran)
Dalam psikologi kognitif dan persepsi, infraliminal merujuk pada rangsangan yang terlalu lemah untuk disadari secara sadar. Ini berkaitan dengan konsep persepsi subliminal, yaitu informasi yang diterima oleh otak tetapi tidak mencapai kesadaran.
Contoh:
- Iklan yang menggunakan pesan subliminal untuk memengaruhi keputusan pembelian tanpa disadari.
- Suara atau cahaya dengan frekuensi rendah yang tidak dapat didengar atau dilihat secara sadar tetapi masih dapat memengaruhi suasana hati seseorang.
2. Infrapsikologis (Di Bawah Tingkat Kesadaran Psikologis)
Konsep ini digunakan dalam beberapa teori psikologi untuk menggambarkan proses mental yang terjadi di bawah kesadaran, tetapi tetap berpengaruh terhadap perilaku dan emosi. Ini mirip dengan gagasan bawah sadar dalam psikoanalisis Sigmund Freud, di mana dorongan dan konflik batin memengaruhi perilaku tanpa kita sadari.
Contoh:
- Trauma masa kecil yang masih memengaruhi seseorang tanpa mereka sadari.
- Kebiasaan otomatis yang dilakukan tanpa berpikir, seperti menggigit kuku saat cemas.
3. Infrakomunikasi dalam Psikologi Sosial
Infrakomunikasi merujuk pada bentuk komunikasi yang terjadi di bawah tingkat komunikasi verbal yang jelas. Ini termasuk komunikasi nonverbal, ekspresi mikro, dan bahasa tubuh yang tidak disadari tetapi memengaruhi interaksi sosial.
Contoh:
- Seseorang yang tersenyum dengan kaku saat berbicara mungkin menunjukkan ketidaknyamanan tanpa mengatakannya secara langsung.
- Nada suara atau ekspresi wajah yang bertentangan dengan kata-kata yang diucapkan.
Kesimpulan
Dalam psikologi, awalan “infra-” sering digunakan untuk merujuk pada proses, rangsangan, atau komunikasi yang berada di bawah ambang kesadaran tetapi tetap memiliki dampak pada perilaku dan emosi. Pemahaman tentang konsep ini membantu dalam memahami bagaimana faktor bawah sadar memengaruhi keputusan, emosi, dan interaksi sosial manusia.