Mindblown: a blog about philosophy.

  • Neolalia: Pengertian, Penyebab, dan Masalah yang Sering Terjadi

    Neolalia adalah kondisi dalam psikologi yang ditandai dengan penggunaan kata-kata atau bahasa yang tidak umum, tidak dapat dimengerti, atau diciptakan sendiri oleh individu yang mengalaminya. Istilah ini sering dikaitkan dengan gangguan psikologis dan neurologis, terutama pada individu dengan skizofrenia, autisme, atau gangguan komunikasi lainnya. Orang dengan neolalia sering kali menciptakan kata-kata baru yang tidak memiliki…

  • Peran Nonsense-Syllables dalam Studi Memori dan Pembelajaran

    Pengertian Nonsense-Syllables Nonsense-syllables adalah suku kata yang tidak memiliki makna dalam bahasa yang digunakan, tetapi tetap dapat diucapkan. Dalam psikologi, konsep ini sering dikaitkan dengan penelitian tentang memori dan pembelajaran. Hermann Ebbinghaus, seorang psikolog Jerman, menggunakan nonsense-syllables dalam eksperimennya untuk memahami bagaimana manusia menyimpan dan mengingat informasi tanpa dipengaruhi oleh makna yang sudah ada sebelumnya.…

  • Neo-Encephalon: Pengertian, Fungsi, dan Masalah yang Sering Terjadi

    Neo-encephalon atau neensefalon adalah bagian dari otak yang terdiri dari neokorteks, yaitu struktur paling berkembang dalam sistem saraf manusia. Neo-encephalon berperan penting dalam fungsi kognitif tingkat tinggi seperti pemecahan masalah, pengambilan keputusan, bahasa, dan kesadaran diri. Dalam ilmu psikologi dan neuropsikologi, neo-encephalon dianggap sebagai pusat kecerdasan manusia karena bertanggung jawab atas pemrosesan informasi kompleks, kontrol…

  • Voyeur dalam Psikologi: Definisi, Penyebab, dan Dampaknya

    Voyeur adalah individu yang mendapatkan kepuasan seksual dari melihat atau memperhatikan orang lain yang sedang telanjang, berganti pakaian, atau melakukan aktivitas seksual tanpa sepengetahuan atau izin mereka. Perilaku ini sering dikategorikan sebagai gangguan parafilia, yang dikenal sebagai voyeuristic disorder dalam DSM-5 (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, Fifth Edition). Voyeurisme dapat berkisar dari rasa…

  • Non-Rational dalam Psikologi: Konsep, Peran, dan Tantangannya

    Pengertian Non-Rational Non-rational adalah istilah yang merujuk pada proses berpikir, keputusan, atau tindakan yang tidak didasarkan pada logika atau pemikiran rasional. Dalam psikologi, konsep ini mencakup intuisi, emosi, insting, dan faktor bawah sadar yang memengaruhi cara seseorang berpikir dan bertindak tanpa melalui proses analitis yang ketat. Non-rational tidak selalu berarti irasional, tetapi lebih kepada mekanisme…

  • Vorstellung dalam Psikologi: Konsep dan Implikasinya

    Vorstellung adalah istilah dalam bahasa Jerman yang berarti “representasi” atau “gambaran mental.” Dalam psikologi, konsep ini mengacu pada proses kognitif di mana seseorang membentuk gambaran atau representasi mental dari suatu objek, peristiwa, atau konsep tanpa kehadiran stimulus fisik yang nyata. Konsep ini sangat berkaitan dengan imajinasi, memori, dan persepsi, di mana otak dapat menciptakan atau…

  • Voodooism dalam Psikologi: Pengaruh Kepercayaan dan Persepsi

    Voodooism adalah sistem kepercayaan yang berasal dari praktik spiritual dan magis di Afrika Barat dan berkembang di berbagai bagian dunia, terutama di Karibia, Amerika Selatan, dan Amerika Serikat. Kepercayaan ini mencakup ritual, pemujaan roh, dan praktik penyembuhan yang sering kali dikaitkan dengan supranatural. Dalam psikologi, voodooism sering dikaitkan dengan efek psikologis kepercayaan, pengaruh sugesti, dan…

  • Non-Moral dalam Psikologi: Konsep, Peran, dan Tantangannya

    Pengertian Non-Moral Non-moral adalah istilah yang merujuk pada hal-hal yang berada di luar ranah moralitas, yaitu tindakan, keputusan, atau fenomena yang tidak berkaitan dengan pertimbangan baik atau buruk. Dalam psikologi, konsep ini digunakan untuk menjelaskan bagaimana individu dapat mengambil keputusan atau merespons situasi tanpa melibatkan pertimbangan moral. Hal ini sering dikaitkan dengan aspek kognitif, emosional,…

  • Von Kries Theory dalam Psikologi: Konsep dan Implikasinya

    Von Kries Theory adalah teori yang dikembangkan oleh Johannes von Kries, seorang fisiolog Jerman, yang berhubungan dengan adaptasi warna dalam sistem penglihatan manusia. Teori ini menjelaskan bagaimana sistem visual beradaptasi terhadap perubahan kondisi pencahayaan sehingga kita tetap dapat melihat warna secara konsisten dalam berbagai lingkungan cahaya. Teori ini merupakan dasar dari konsep adaptasi kromatik, yang…

  • Von Frey’s Aesthesiometer dalam Psikologi: Pengertian dan Aplikasinya

    Von Frey’s Aesthesiometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur ambang batas sensitivitas kulit terhadap rangsangan mekanis ringan. Alat ini dikembangkan oleh Maximilian von Frey, seorang fisiolog Jerman, untuk mengevaluasi persepsi sensorik seseorang terhadap tekanan atau sentuhan ringan. Dalam psikologi dan neurofisiologi, aesthesiometer sering digunakan dalam studi tentang sistem somatosensori, khususnya dalam penelitian mengenai persepsi nyeri,…

Got any book recommendations?